Sunday, May 1, 2011

Demokrat Desak TB Hasanuddin Minta Maaf

Dalam dunia sekarang ini, tampaknya hampir semua topik terbuka untuk diperdebatkan. Sementara aku sedang mengumpulkan fakta untuk artikel ini, saya cukup terkejut menemukan beberapa masalah yang saya pikir diselesaikan sebenarnya masih dibicarakan secara terbuka.
JAKARTA, KOMPAS.com- Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat meminta kepada Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin untuk meminta maaf terkait pernyataannya yang mengkritik keputusan pemerintah untuk siaga I selama pelaksanaan Hari Raya Paskah.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan mengungkapkan, TB Hasanuddin harus meminta maaf kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan masyarakat Indonesia khususnya umat Nasrani yang merayakan Paskah. Ramadhan menilai, TB Hasanuddin telah meremehkan adanya aksi terorisme di sejumlah daerah Indonesia itu.

"Kritikan itu tidak pantas disampaikan TB Hasanuddin. Aneh sekali, dia yang purnawirawan jenderal meremehkan bom, padahal kita ketahui sudah ada bom buku, bom bunuh diri, bom paskah," katanya dalam sebuah diskusi DPP Partai Demokrat, Jakarta, Minggu (1/5/2011).

Jika fakta
Anda out-of-date, bagaimana yang mempengaruhi tindakan dan keputusan? Pastikan Anda tidak membiarkan slip
informasi penting oleh Anda.

Sebelumnya, TB Hasanuddin mengatakan bahwa keputusan pemerintah yang meminta Polri dan TNI Siaga I menyusul ditemukannya bom tak jauh dari gereja Christ Cathedral Gading Serpong itu tidak tepat dan berlebihan. "Saya setuju siaga 1 tapi di Jakarta saja. Tidak perlu seluruh Indonesia," kata TB Hasanuddin, Minggu (24/4/2011) waktu itu.

Menurut Politisi Partai DPI-Perjuangan anggota Komisi I DPR itu, siaga 1 adalah status tertinggi terkait kesiapan aparat keamanan dalam mengamankan negara. Ketika pemerintah menetapkan status siaga I, maka seluruh prajurit TNI dan Polri wajib berada pada posisi siap siaga di markas masing-masing, lengkap dengan perlengkapan senjata, amunisi, kendaraan, bekal logistik, dan lainnya.

Menurut Ramadhan, pernyataan TB Hasanuddin tersebut tidak menunjukkan keprihatinannya terhadap rakyat. Pernyataannya tidak mencerminkan ungkapan seorang purnawirawan jenderal yang juga anggota DPR.

Ramadhan juga menyampaikan,sebelum menetapkan status siaga I, PresidenSusilo Bambang Yudhoyono telah menggelar rapat keamanan dengan seluruhgubernur, Panglima TNI dan Kepala Polri. Langkah Presiden tersebut,lanjutnya, patut diapresasi."Alhamdulillah kerja keras Polri dan TNI bom bekerja lebih awas sehinggatidak meledak," ujarnya.

Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati menambahkan, pernyataan TB Hasanuddin tidak sesuai etika. Ia mencurigai adanya agenda tertentu terkait pernyataan tersebut. "Ada agenda apa di balik pernyataannya itu? Apakah ada agenda pribadi?" katanya.

Sekarang Anda bisa mengerti mengapa ada minat yang tumbuh di
. Ketika orang mulai mencari informasi lebih lanjut tentang
, Anda akan berada dalam posisi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Saturday, April 30, 2011

Pancasila Harus Jadi Pil Penawar

Satu-satunya cara untuk mengikuti terbaru tentang
adalah untuk terus tinggal di mencari informasi baru. Jika Anda membaca segala sesuatu yang Anda temukan tentang
, itu tidak akan memakan waktu lama bagi Anda untuk menjadi otoritas yang berpengaruh.
JAKARTA, KOMPAS.com - Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) makin membuat cemas masyarakat karena konsep negara Islam yang dicita-citakan di dalam negara Indonesia. Untuk mempertahankan pemahaman yang benar tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila menjadi suatu yang dinilai penting saat ini.


Pengamat intelijen Wawan H Purwanto mengatakan pendekatan yang dilakukan untuk meredam nilai-nilai penipuan ala NII tak bisa dilakukan dengan kekerasan. Gerakan NII harus dilawan pendekatan hukum dan kontraideologi, baik oleh keluarga, institusi pendidikan dan pemerintah.

"Tapi yang terpenting adalah kontraideologi. Sekarang banyak orang malu mengakui Pancasila sebagai dasar negara. Itu katanya produk Orba, padahal Pancasila sudah ada sebelum Indonesia berdiri. Oleh karena itu, saya kira kontraideologi melalui Pancasila ini bisa jadi obat penawarlah dari gerakan masif NII yang sekarang mencuat. Tak perlu digebuk-gebuk. Ini tugas kita semua," katanya dalam diskusi Polemik di Warung Daun Cikini, Sabtu (30/4/2011).

Informasi tentang
disajikan di sini akan melakukan salah satu dari dua hal: baik itu akan memperkuat apa yang anda ketahui tentang
atau akan mengajari Anda sesuatu yang baru. Keduanya hasil yang baik.

Menurut Wawan, pemahaman Pancasila harus kembali digelorakan karena ini menjadi alat pemersatu bangsa dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Pendekatan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila juga harus dilakukan dengan lebih 'soft' supaya terbawa dalam perilaku dan pola pikir masyarakat.

Direktur Eksekutif Moderate Muslim Society Zuhairi Misrawi mengatakan penanaman yang kuat tentang nilai-nilai UUD 1945 dan Pancasila bisa menjadi salah satu upaya deradikalisasi dalam masyarakat.

"Saya kira ini tugas pemerintah untuk memberikan pemahaman UUD 1945 kepada seluruh warga negara terutama dalam usia yang sangat muda, sejak TK misalnya. Kegelisahan saya, di TK kan tak pernah kita dengar diajarkan Pancasila. Menanamkan nilai Pancasila harus sejak dini. Bagi kalangan mahasiswa, perdebatan tentang lahirnya Pancasila itu menjadi menarik. Jadi kita bisa mengerti proses-prosesnya. Radikalisme itu hasil kombinasi antara alienasi politik dan radikalisme agama yang ekstrim," katanya.

Selain itu, Misrawi juga mencatat radikalisasi agama juga muncul karena persoalan kemiskinan dan ketidakadilan. Oleh karena itu, pemerintah harus segera melakukan penataan dalam melayani masyarakat dan DPR harus juga mendukungnya. Langkah-langkah nyata dalam penyusunan RUU terkait jaminan sosial dapat menjadi salah satu upaya deradikalisasi.

Begitulah keadaannya sekarang. Perlu diketahui bahwa setiap subjek dapat berubah dari waktu ke waktu, jadi pastikan Anda mengikuti berita terbaru.

Politisi-Pemerintah Manfaatkan NII

Ketika kebanyakan orang berpikir tentang
, apa yang terlintas dalam pikiran adalah biasanya informasi dasar yang tidak terlalu menarik atau bermanfaat. Tapi ada lebih banyak untuk
dari sekadar dasar.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tanpa menghiraukan sepak terjang Pondok Pesantren Al-Zaitun atau gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang diduga kuat berasal darinya, para politisi dan sejumlah penguasa di negara ini disebut-sebut turut memanfaatkan keberadaan Al-Zaitun dan gerakannya. Apalagi kalau bukan untuk kepentingan pragmatis.


Peneliti sejarah Darul Islam/NII Sholahudin tak menampik kedekatan pimpinan Al-Zaitun Panji Gumilang dengan para politisi, penguasa dan non-penguasa. Sholahudin mengatakan ada Gedung M. Soeharto.

Hal ini sejalan dengan fakta bahwa keluarga Soeharto pernah menyumbang sebesar Rp 5 miliar ke Al-Zaitun.Sholahudin juga mengatakan suara Al-Zaitun secara penuh pernah diserahkan kepada salah satu calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2004 lalu.

Jika Anda tidak memiliki detail yang akurat tentang
, maka Anda mungkin membuat pilihan yang buruk pada subjek. Jangan biarkan hal itu terjadi: terus membaca.

"Kita memang akhirnya lihat bahwa Al-Zaitun punya hubungan-hubungan misterius dengan para politisi dan penguasa. Pemerintah dan DPR dari dulu tak bisa terlalu tegas, karena menurut mereka Al-Zaitun bisa memberikan banyak suara meski enggak terlalu signifikan," katanya dalam diskusi mingguan Polemik di Warung Daun Cikini, Sabtu (30/4/2011).

Sholahudin juga mencatat bahwa sekitar 20 anggota NII di Bandung pernah ditangkap dan menjalani proses hukum pada tahun 2008. Saat itu, pimpinan Polda setempat adalah Susno Duaji.

"NII Komandemen Wilayah 9 (KW9) yang mengaku dipimpin Panji Gumilang itu tak jadi diproses lebih jauh karena pada saat itu menjelang pemilu. Suaranya kan signifikan, ada deal-deal politik antara politisi dan Al-Zaitun," tambahnya.

Menurut Sholahudin, para politisi memanfaatkan Al-Zaitun murni untuk kepentingan politik saja. Sementara Al-Zaitun membutuhkan dana yang digelontorkan.

"Al-Zaitun memang kepentingannya dana. Al-Zaitun mendapat dana akses politik, politisi butuh suara dan dukungan. Para politisi pasti tahu (sepak terjang Al-Zaitun) karena kan sudah banyak bicara. Soal Century misalnya, ada dana Al-Zaitun yang dititipkan," tandasnya.

Anda tidak dapat memprediksi kapan mengetahui sesuatu yang ekstra tentang
akan berguna. Jika Anda belajar sesuatu yang baru tentang
dalam artikel ini, Anda harus file artikel di mana Anda dapat menemukannya lagi.

Friday, April 29, 2011

TNI AU Selidiki Kecelakaan di Sleman

Semakin Anda memahami tentang subjek apapun, itu menjadi lebih menarik. Ketika Anda membaca artikel ini Anda akan menemukan bahwa subjek
tentu tidak terkecuali.
MALANG, KOMPAS.com " Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat menuturkan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara tengah menyelidiki kecelakaan jatuhnya pesawat latih di Sleman, Yogyakarta. Persoalan teknis diduga menjadi penyebab kecelakaan yang menewaskan dua penumpangnya itu.

Jika Anda menemukan diri Anda bingung dengan apa yang Anda sudah membaca hingga saat ini, jangan putus asa. Semuanya harus jelas pada saat Anda selesai.

"Kami tengah menyelidiki kecelakaan itu apakah karena malfungsi kontrol atau sebab lain. Namun, karena pesawatnya jenis glider atau tidak bermesin, mungkin saja penyebabnya adalah sebab teknis yang perlu dicari," ujar Imam, Jumat (29/4/2011) di Malang.

Penyebab teknis yang dimaksud Imam, misalnya, kontrol pesawat atau teknis pengoperasian pesawat lainnya.

"TNI AU melakukan penyelidikan internal sendiri, tidak dengan mendatangkan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)," ujarnya.

Saya berharap bahwa membaca informasi di atas adalah menyenangkan dan pendidikan untuk Anda. Anda proses pembelajaran harus berlangsung - semakin Anda memahami tentang subjek apapun, semakin Anda akan dapat berbagi dengan orang lain.

Rosa: Sudah Dicabut Surat Kuasanya

Bayangkan waktu berikutnya Anda bergabung dengan diskusi tentang
. Ketika Anda mulai berbagi fakta
menarik di bawah ini, teman-teman Anda akan benar-benar takjub.
JAKARTA, KOMPAS.com " Mindo Rosaline Manullang, salah satu tersangka kasus dugaan suap terkait pembangunan wisma atlet Sea Games di Palembang, Sumatera Selatan, menyatakan, Kamaruddin Simanjuntak bukan kuasa hukumnya lagi. Surat kuasa yang menyatakan Kamaruddin sebagai kuasa hukumnya, kata Rosa, sudah dicabut. 

"Ya, sudah. Sudah dicabut surat kuasanya. Nanti ya saya jelaskan dalam keterangan pers," kata Rosa saat datang ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan, Jumat (29/4/2011). 

Waktu terbaik untuk belajar tentang
adalah sebelum Anda berada di tengah-tengah hal. Wise pembaca akan terus membaca untuk mendapatkan beberapa pengalaman berharga
sementara itu masih bebas.

Pernyataan Rosa tersebut didukung dengan sebuah surat pencabutan kuasa yang ditandatangani Rosa dan dikirim kepada pewarta oleh pihak yang mengaku sebagai keluarga Rosa semalam. "Mencabut surat kuasa tertanggal 23 April 2011 sehubungan dengan sebagai kuasa hukum saya dalam perkara di KPK yang saya berikan kepada Kamaruddin Simanjuntak," tulis surat kuasa tersebut. 

Hari ini Rosa kembali menjalani pemeriksaan di KPK sebagai tersangka. Sebelumnya, Kamis (28/4/2011), tersangka lainnya, yaitu Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, serta petinggi PT Duta Graha Indah, Mohamad El Idris, diperiksa KPK sebagai saksi untuk Rosa. 

Dalam kasus ini, peranan Rosa dinilai penting. Pihak Wafid menilai, Rosa adalah saksi kunci untuk membongkar kasus dugaan suap dengan bukti cek senilai Rp 3,2 miliar ini. Seperti diberitakan, saat berstatus sebagai kuasa hukum Rosa, Kamaruddin mengungkapkan bahwa ia dan kliennya mendapat ancaman dari orang tak dikenal. Rosa diancam agar tidak membeberkan nama-nama. 

Kamaruddin juga mengatakan, Rosa hanya menjalankan perintah atasannya untuk mengantarkan seorang pengusaha bertemu Wafid. Atasan Rosa tersebut, menurut Kamaruddin, adalah bendahara umum partai penguasa yang juga anggota Komisi III DPR.

Jangan membatasi diri Anda sendiri dengan menolak untuk mempelajari rincian tentang
. Semakin banyak Anda tahu, semakin mudah akan fokus pada apa yang penting.

Thursday, April 28, 2011

Anggota NII Mencapai 160.000 Orang

Jadi apa yang
benar-benar semua tentang? Laporan berikut termasuk beberapa informasi menarik tentang
- info bisa anda gunakan, bukan hanya barang lama yang mereka gunakan untuk memberitahu Anda.
JAKARTA, KOMPAS.com " Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan, anggota kelompok Negara Islam Indonesia saat ini sudah mencapai 120.000-160.000 orang. Jumlah ini diperoleh melalui penelusuran intelijen.

"Kantong-kantong massanya banyak di Jawa Barat, di daerah-daerah bekas DI/TII, termasuk di kampung saya (Majalengka). Sementara kalau di pinggiran Jakarta, karena daerah urban, bisa bergerak di mana saja," katanya di Gedung DPR, Kamis (28/4/2011).

Saya percaya bahwa apa yang Anda telah membaca sejauh ini informatif. Bagian berikut ini harus pergi jauh ke arah membersihkan setiap ketidakpastian yang mungkin tetap.

Menurut Hasanuddin, jumlah anggota NII yang besar ini dimungkinkan karena pemerintah memberikan ruang gerak kepada NII untuk berkembang pesat. Padahal, keberadaannya sudah diketahui sejak dulu."Ada ruang kosong yang tak bisa disentuh oleh pemerintah dan aparat. Sekarang mari kita sentuh bersama-sama, ormas, pers, dan media untuk mempersempit ruang geraknya. Saya tak menyebutnya kelalaian intelijen," katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini mencontohkan, tak dilakukannya lagi infiltrasi yang dulu biasa dilakukan intelijen terhadap kelompok-kelompok yang dicurigai."Sekarang tak dilakukan lagi. Bisa karena tak ada UU-nya. Kedua, bisa karena sesuatu yang memang mungkin gamang. Intel itu bisa monitoring, menguntit, dan mengintai. Kalau dulu kan bisa disusupkan bahkan melanjutkan menjadi tokoh. Sekarang tidak ada," tambahnya.

Oleh karena itu, Hasanuddin mengatakan, semua pihak harus duduk bersama. Solusi atas masalah ini, menurut dia, harus dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Bila kata mendapat sekitar tentang perintah Anda fakta
, orang lain yang perlu tahu tentang
akan mulai aktif mencari Anda.

Wednesday, April 27, 2011

Banyak TKI Mabuk Laut, 2 Orang Bersalin

info mutakhir tentang
tidak selalu hal yang termudah untuk mencari. Untungnya, laporan ini mencakup
info terbaru yang tersedia.
JAKARTA, KOMPAS.com " Banyak di antara 2.349 WNI/TKI yang sempat memperpanjang masa tinggal dan TKI bermasalah yang dipulangkan dengan Kapal Motor Labobar Pelni dari Jeddah mengalami mabuk laut pada hari kedua dan ketiga perjalanan.

Itu terjadi ketika Kapal Motor Labobar (KM Labobar) melalui Laut Merah, Teluk Aden, serta berada di Laut Arab dekat Pulau Socotra, yang keduanya merupakan wilayah perairan Yaman dan berombak besar.

"Tentu saja mabuk laut ini dirasakan berat karena berakibat pusing dan rasa mual bagi para TKI. Bahkan, para petugas yang mengikuti WN/TKI di atas KM Labobar juga ikut mabuk sehingga tidak dapat bekerja untuk menangani WNI/TKI," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (Kepala BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, Kamis (28/4/2011) di Jakarta.

Menurut Jumhur, saat memasuki hari keempat, kondisi mabuk laut sudah berkurang. KM Labobar memasuki perairan bebas Samudra Hindia dengan ombak yang masih cukup tenang.

Sejujurnya, satu-satunya perbedaan antara Anda dan para ahli
adalah waktu. Jika Anda akan menginvestasikan waktu sedikit lebih dalam membaca, Anda akan yang lebih dekat ke status ahli ketika datang ke
.

WNI/TKI pun tergolong berada dalam kondisi aman, di samping perjalanan KM Labobar sendiri yang terbilang lancar tanpa gangguan cuaca ataupun ancaman lain, sejak diberangkatkan dari pelabuhan Jeddah pada Jumat (22/4/2011) pukul 22.30 waktu setempat.

Sebagian besar WNI/TKI yang dipulangkan menggunakan KM Labobar tersebut adalah wanita eks umrah dan TKI yang sempat memperpanjang masa tinggal serta TKI bermasalah.

Dari jumlah itu terdapat 32 TKI laki-laki, 169 anak-anak dan anak balita, serta 87 wanita dalam keadaan hamil 1-8 bulan lebih.

Bahkan, ada dua TKI yang terpaksa bersalin di kapal laut. Nurdiana Binti Dirus Budimas (31) asal Hulu Sungai Tengah, Tapin Rantau, Kalimantan Selatan, melahirkanpada Minggu (24/4/2011). Adapun Maryam Binti Zuheri Karna (35) asal Koja, Jakarta Utara, melahirkan pada Selasa (26/4/2011).

Bayi mereka masing-masing diberi nama Mohammad Safarudin Labobar dan Annisa Meganur Labobarina. Perjalanan KM Labobar dari Jeddah-Jakarta diperkirakan selama 11 hari dan direncanakan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Selasa (3/5/2011) pukul 07.00 pagi WIB.

Begitulah keadaannya sekarang. Perlu diketahui bahwa setiap subjek dapat berubah dari waktu ke waktu, jadi pastikan Anda mengikuti berita terbaru.