Friday, August 5, 2011

Kriteria Presiden RI 2014

Ketika kebanyakan orang berpikir tentang
, apa yang terlintas dalam pikiran adalah biasanya informasi dasar yang tidak terlalu menarik atau bermanfaat. Tapi ada lebih banyak untuk
dari sekadar dasar.
JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana calon presiden dalam pemilu 2014 mulai mengemuka belakangan ini. Beberapa hari lalu, Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) menghangatkan wacana ini setelah terang-terangan menyatakan mengusung mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai presiden.


Pemimpin seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan Indonesia saat ini? Menurut pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bhakti, latar belakang calon presiden mendatang tidak penting, apakah dari kalangan pengusaha, akademisi, aktivis, dan lainnya. Menurut Ikrar, kriteria yang paling penting adalah berani mengatakan tidak pada kepentingan asing.

Kadang-kadang aspek yang paling penting dari subjek tidak segera jelas. Jauhkan membaca untuk mendapatkan gambaran yang lengkap.

"Soal capres, itu 100 persen tanggung jawab kita anak-anak bangsa, bukan menjadi kacung negara-negara imperialis. Saya bukan anti Amerika tapi harus menuntut pemerintah Indonesia bisa katakan tidak pada Amerika Serikat, termasuk soal investasi," katanya di Gedung DPD RI, Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Ikrar kecewa dengan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang cenderung mudah berkompromi dengan kepentingan asing hingga tak mampu bernegosiasi untuk mendatangkan keuntungan-keuntungan yang seharusnya untuk negara. Kunjungan-kunjungan pemimpin negara barat juga kerap datang. Tapi Ikrar mengingatkan pertemuan tak hanya membahas soal politik luar negeri kedua negara.

"Presiden kita sekarang ini militer, badannya gede, tapi dalam kasus Newmont, dia bilang soal kontrak karya di masa depan, bukan di masa dia. Justru orang-orang sipil yang kadang berani katakan tidak pada Amerika Serikat," tambahnya.

Semoga bagian di atas telah berkontribusi untuk pemahaman Anda tentang
. Berbagi pemahaman baru Anda tentang
dengan orang lain. Mereka akan berterima kasih untuk itu.

Thursday, August 4, 2011

Nazaruddin di Bawah Perlindungan

Jalan terbaik tindakan untuk mengambil kadang-kadang tidak jelas sampai Anda telah terdaftar dan dianggap alternatif Anda. Paragraf berikut ini akan membantu petunjuk Anda ke apa yang para ahli pikir signifikan.
JAKARTA, KOMPAS.com " Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang kini menjadi buronan benar-benar menghilang sejak memberikan penjelasan lewat sebuah stasiun televisi swasta, akhir Juli lalu. Hingga kini, jejak Nazaruddin seperti hilang ditelan bumi.

Komunikasi yang adakalanya muncul melalui jejaring sosial BlackBerry Messanger (BBM) tidak lagi aktif. Nomor teleponnya yang pernah dimiliki sedikit wartawan disebut-sebut mati dan tak bisa dikontak lagi.Akibatnya, bermunculanlah beragam isu seputar raibnya Nazaruddin.

Isu yang muncul menjadi simpang siur. Ada yang menyebut Nazaruddin tengah berpindah-pindah tempat (negara) dengan identitas palsu, seperti menggunakan paspor aspal. Ada yang mengatakan Nazaruddin ngumpet di Argetina. Pernah pula ada yang mengatakan Nazaruddin sudah dipegang oleh aparat pemerintah di sebuah negara. Namun, ada sinyalemen yang menuding Nazaruddin sudah berada di Jakarta dan kini berada dalam perlindungan aparat pemerintah untuk sebuah negosiasi politik yang menguntungkan dirinya dan pihak yang selama ini dituding.

Anggota Tim Pengawas DPR untuk Kasus Bank Century, yang juga anggota Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, kepada Kompas, Kamis (4/8/2011) sore, sependapat bahwa hilangnya Nazaruddin membuka spekulasi politik dari berbagai kalangan. Maklumlah, Mabes Polri yang mengaku sudah mengetahui jejak Nazaruddin dan terus membayang-bayangi keberadaan tersangka kasus suap wisma atlet itu hingga kini tak pernah angkat suara lagi guna melaporkan kepada publik.

Kementerian Hukum dan HAM yang mengaku sudah mengirim tiga tim untuk mengikuti ke mana Nazaruddin bergerak juga tak mau bersuara. Padahal, masyarakat menunggu kepastian hukum perkembangan kasus dugaan suap dan korupsi tersebut.

Tak mengherankan jika akhirnya kasus tersebut memunculkan berbagai dugaan. Dari kemunculan Nazaruddin terakhir di sebuah stasiun televisi swasta hingga raibnya sekarang ini, orang bisa memberikan indikator berbagai spekulasi terhadap Nazaruddin, termasuk tuduhan kemungkinan Nazaruddin sudah berada dalam perlindungan pihak-pihak yang berkepentingan. "Misalnya, oknum aparat pemerintah atau justru lawan-lawan politik yang ingin memanfaatkan Nazaruddin yang ingin mendiskreditkan Partai Demokrat," ungkap Bambang.

Sepertinya informasi baru ditemukan tentang sesuatu setiap hari. Dan topik
tidak terkecuali. Jauhkan membaca untuk mendapatkan berita lebih segar tentang
.

Menurut anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar itu, ada beberapa indikator yang bisa dihubung-hubungkan dengan dugaan kemungkinan keberadaan Nazaruddin saat ini dalam perlindungan oknum aparat pemerintah.

Pertama, Nazaruddin sama sekali tidak mau lagi dan jarang bicara lewat telepon selulernya, jejaring sosial BBM, atau berbicara ke stasiun televisi seperti biasanya.

Kedua, terakhir dia berbicara di televisi, fokus tuduhan hanya ditujukan kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan bukan kepada para elite di Partai Demokrat lain, seperti yang pernah disebutkan beberapa waktu lalu.

Ketiga, ada perubahan substansi dari apa yang disampaikan Nazaruddin dari terakhir komunikasi yang dilakukannya kepada sebuah stasiun televisi. Nazaruddin hanya menyebutkan keterlibatan orang-orang atau anggota Partai Demokrat yang menjadi teman-teman Anas Urbaningrum serta mereka yang dianggap melawan atau mengkhianati Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

"Sebut saja, Nazarudin menyebut nama-nama seperti Nirwan Amin dan Angelina Sondakh serta lain," lanjur Bambang.

Indikator-indikator itulah yang salah satunya juga menimbulkan spekulasi bahwa sekarang ini Nazaruddin tengah memperbaiki kerusakan citra dan suasana setelah pesan-pesannya sebagaimana pernah dimuat dalam BBM mengenai dugaan keterlibatan para petinggi Partai Demokrat dalam kasus wisma atlet.

Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, yang pernah dimintai konfirmasi oleh Kompas mengenai kemungkinan Nazaruddin sudah dipegang aparat pemerintah, menepis isu tersebut meskipun ia mengaku mendengar rumor tersebut dari wartawan.

Sekarang Anda bisa menjadi ahli percaya diri pada
. OK, mungkin bukan pakar. Tapi Anda harus memiliki sesuatu untuk membawa ke meja waktu berikutnya Anda bergabung dengan diskusi tentang
.

Agung: SRI, Selamat Datang di Arena

Apakah Anda pernah merasa seperti Anda tahu hanya cukup tentang
akan berbahaya? Mari kita lihat apakah kita dapat mengisi sebagian dari celah dengan info terbaru dari para ahli
.
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono menyambut positif pendirian Partai Serikat Rakyat Independen yang ingin mengusung mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai calon presiden pada Pemilu 2014. Golkar tak merasa terancam atas keberadaan partai baru tersebut.

Saya percaya bahwa apa yang Anda telah membaca sejauh ini informatif. Bagian berikut ini harus pergi jauh ke arah membersihkan setiap ketidakpastian yang mungkin tetap.

"Kita welcome SRI dalam arena perpolitikan nasional," kata Agung, yang juga Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, kepada para wartawan di sela-sela pertemuan konsultasi Presiden dengan para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/8/2011). Golkar, sambung Agung, tak memiliki resistensi terhadap keberadaan partai baru.

Ketika ditanya persiapan Golkar dalam mempersiapkan calonnya untuk Pemilu 2014, Agung mengatakan, salah satu partai terbesar di Indonesia itu baru menentukan bakal calon presiden pada tahun 2012."Ini diperebutkan tahun depan dalam sebuah forum pleno DPP Golkar," kata Agung.

Agung juga menegaskan, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie belum ditetapkan secara kelembagaan untuk menjadi bakal calon presiden dari partai berlambang pohon beringin tersebut.

Saya berharap bahwa membaca informasi di atas adalah menyenangkan dan pendidikan untuk Anda. Anda proses pembelajaran harus berlangsung - semakin Anda memahami tentang subjek apapun, semakin Anda akan dapat berbagi dengan orang lain.

Wednesday, August 3, 2011

Nazaruddin Bantu PT DGI Menangi Tender

Apakah Anda mencari beberapa informasi di dalam,
? Berikut adalah up-to-date laporan dari para ahli
yang seharusnya tahu.
JAKARTA, KOMPAS.com- Direktur Utama PT Duta Graha Indah Dudung Purwadi mengakui bahwa perusahaannya memenangkan tender proyek pembangunan wisma atlet SEA Games, Palembang, Sumatera Selatan atas bantuan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, dan bawahannya Mindo Rosalina Manulang. Atas perintah Nazaruddin, Rosa membantu melobi Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam dan Komite Pembangunan Wisma Atlet SEA Games di daerah.

"Mereka membantu melakukan lobi-lobi juga ke Pak Sesmen dan daerah (Komite Pembangunan)," kata Dudung saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (3/8/2011).

Dudung menjadi saksi untuk Mohamad El Idris, Manajer Pemasaran PT DGI yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games, Palembang.

Dudung menuturkan, kerja sama PT DGI dengan Nazaruddin dan Rosa berawal dari pertemuan Dudung dan El Idris dengan Nazaruddin di kantor Permai Grup pada Agustus 2010. Dalam pertemuan tersebut, Dudung dan El Idris menyampaikan niat mereka untuk dilibatkan dalam proyek yang tengah ditangani Nazaruddin.

Sepengetahuan Dudung, Nazaruddin adalah seorang pengusaha sekaligus anggota DPR. Di situ pula Nazaruddin memperkenalkan Rosa sebagai orang yang akan mengawal PT DGI dalam proyek tender. "Kami yakin mereka (Rosa dan Nazaruddin) punya kmampuan untuk dapat proyek itu," kata Dudung.

Semoga informasi yang disajikan sejauh ini berlaku. Anda juga mungkin ingin mempertimbangkan hal berikut:

Pada Desember 2010, PT DGI dinyatakan sebagai pelaksana proyek wisma atlet. Kemenangan PT DGI itu bukan tanpa kompensasi. Menurut Dudung, Rosa meminta dana Rp 3,2 miliar kepada PT DGI. Permintaan itu disampaikan melalui El Idris.

"Jam 12.00 siang ada telepon dari Pak Idris, tapi yang bicara Direktur Adi Widodo, mengatakan bahwa saya diminta Saudari Rosa untuk menyiapkan dana. Mintanya, Rp 3,2 miliar," ungkap Dudung.

Menanggapi permintaan tersebut, Dudung tidak menyetujuinya. Dia mengatakan kepada El Idris bahwa perusahaan hanya mampu memberikan Rp 1 miliar. Dia juga mengaku tidak tahu jika uang yang akhirnya dikeluarkan PT DGI dalam bentuk tiga lembar cek itu akan diberikan kepada Wafid Muharam. PT DGI, lanjut Dudung, tidak memiliki kesepakatan apa pun dengan Wafid terkait pemenangan tender.

"Itu komitmen, succes fee yang diminta Bu Rosa itu bukan kami yang commit dengan Sesmenpora tapi Ibu Rosa karena kami dan Pak Idris tidak pernah ada komitmen dengan Sesmenpora," katanya.

Direktur Keuangan PT DGI, Laurencius Teguh Khasanto mengungkapkan hal senada. Menurutnya, cek senilai Rp 3,2 miliar diterbitkannya atas permintaan El Idris yang mengaku didesak Rosa. "Dia (El Idris) kan bilang untuk kepentingan dengan Rosa, kan ada kerja sama," katanya.

Selain itu, Laurencius pernah mengeluarkan dana berupa cek senilai Rp 4,3 miliar sekitar Februari 2011 atas dasar permintaan El Idris yang juga diketahuinya untuk diberikan kepada Rosa.Dalam dakwaan jaksa penuntut umum terhadap El Idris disebutkan bahwa dana Rp 3,2 miliar diberikan El Idris bersama-sama Dudung dan Rosa kepada Wafid. Adapun Rp 4,3 miliar diberikan kepada Nazaruddin. Baik El Idris, Rosa, Wafid, dan Nazaruddin ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut

Mereka yang hanya mengenal satu atau dua fakta-fakta tentang
bisa bingung oleh informasi yang menyesatkan. Cara terbaik untuk membantu mereka yang disesatkan adalah dengan lembut benar mereka dengan kebenaran yang Anda pelajari di sini.

Tuesday, August 2, 2011

Mengapa Nazaruddin Tak Segera Ditangkap

Jika Anda memiliki minat bahkan melewati di topik
, maka Anda harus melihat pada informasi berikut. Artikel ini mencerahkan menyajikan beberapa berita terbaru tentang masalah
.
JAKARTA, KOMPAS.com " Pemerintah diduga tidak serius berusahamenangkap dan memulangkanmantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Sejumlah pihak diduga merasa lebih nyaman jika Nazaruddinyang meninggalkan Tanah Air sejak 23 Mei lalu itu tetap tidak ditemukan. 


Demikian disampaikan anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo, Rabu (3/8/2011), di Jakarta."Saya meyakini,belum ditemukannya Nazaruddin bukan dikarenakan olehketidakmampuan aparat yang ditugaskan untuk itu. Namun,lebih karena aparattidaksungguh-sungguh berusaha menemukan Nazaruddin," kata Bambang yang juga Wakil Bendahara Umum Partai Golkar ini.

Apakah semuanya masuk akal sejauh ini? Jika tidak, aku yakin bahwa hanya dengan membaca sedikit lebih, semua fakta akan jatuh ke tempatnya.

Ketidaksungguhan menemukan Nazaruddin, lanjutnya, disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, adanya perubahan sinyal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari "tangkap" menjadi "pulanglah" Nazaruddin. Sinyal perubahan perintah dari Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu diyakini  memengaruhi kerja aparat dalam memburuNazaruddin.

"Kedua, saya meyakini, jika Nazaruddin tertangkap,akan ada banyak pihak yangmendapat 'serangan jantung' karena kesaksian dan sejumlah data atau dokumen yang dimilikinya," tutur Bambang.Apa yang dimilikiNazaruddin, ujarnya, akan melengkapi tersedianya minimal duaalatbukti sebagai syarat penahanan atau penetapan status tersangka terhadap pihakyang selalu disebut Nazaruddin.

Mereka yang selama ini disebut Nazaruddin, antara lain Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah, dan anggota DPR dari Partai Demokrat, Angelina Sondakh. "Karena nama-nama yang disebut Nazaruddinbukan orang sembarangan, sejumlah pihak, seperti KPK, pemerintah, dan parpol besar tertentu, didugalebih nyaman jika Nazaruddin tetap tidak ditemukann," kata Bambang.Akhirnya,tuturBambang, sebagaimana kasus-kasusbesar lain yang lenyap ditelan bumi, kasus Nazaruddin ini diharapkan pada saatnya juga bisa dilupakan olehpublik. (nwo)

Ada banyak mengerti tentang
. Kami dapat menyediakan Anda dengan beberapa fakta di atas, tetapi masih ada banyak lagi untuk menulis tentang dalam artikel berikutnya.

Kader Partai Demokrat Berbohong

Apakah Anda mencari beberapa informasi di dalam,
? Berikut adalah up-to-date laporan dari para ahli
yang seharusnya tahu.
JAKARTA, KOMPAS.com - Kader Partai Demokrat dituding suka berbohong tetapi enggan meminta maaf ke publik saat kebohongannya terkuak.


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat harus mengevaluasi kader-kader partainya yang suka berbohong dan sering mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Informasi tentang
disajikan di sini akan melakukan salah satu dari dua hal: baik itu akan memperkuat apa yang anda ketahui tentang
atau akan mengajari Anda sesuatu yang baru. Keduanya hasil yang baik.

Mantan anggota Dewan Penasehat Presiden yang juga praktisi hukum senior Adnan Buyung Nasution menuding, tak hanya sering melontarkan pernyataan kontroversial, kader Partai Demokrat juga suka berbohong. Jeleknya, saat ketahuan berbohong, mereka tak mau meminta maaf ke publik.

"Sebelum ini sudah beberapa kali kader-kader Partai Demokrat yang menduduki jabatan publik memberikan statement yang kontroversial dan kadang berbohong tapi tidak meminta maaf atas kesalahannya. Ambilah misalnya (Sutan) Batoeghana pergi ke Singapura, menemui Nazaruddin, bilang sakit memang jantungnya tapi kalau sudah ke dokter bisa pulang. Tapi kan ternyata Nazaruddin enggak pulang, dan dia enggak minta maaf sama publik," kata Buyung di Jakarta, Selasa (2/8/2011).

Terhadap kelakuan kader partainya yang seperti ini, menurut Buyung, Presiden SBY harus meninjau kembali posisi mereka, terutama yang menduduki jabatan publik. 

Kadang-kadang sulit untuk memilah-milah semua rincian yang terkait dengan hal ini, tapi aku positif Anda tidak akan kesulitan untuk memahami informasi yang disajikan di atas.

Monday, August 1, 2011

Lindungi KPK dari Sekarang!

Jadi apa yang
benar-benar semua tentang? Laporan berikut termasuk beberapa informasi menarik tentang
- info bisa anda gunakan, bukan hanya barang lama yang mereka gunakan untuk memberitahu Anda.
JAKARTA, KOMPAS.com " Koalisi Masyarakat Sipil mengukuhkan dukungan sepenuhnya untuk perlindungan Komisi Pemberantasan Korupsi. Hal ini disampaikan mengingat adanya dugaan pelemahan KPK sebagai institusi penegak hukum.


Pelemahan ini berawal dari internal KPK, seperti Ade Raharja, Chandra M Hamzah, dan Johan Budi, yang dikabarkan melakukan pertemuan dengan Nazaruddin. Hal ini dianggap melanggar kode etik karena Nazaruddin adalah orang yang disebut-sebut terlibat dalam sejumlah kasus korupsi di KPK.

Selain itu, juga pernyataan kontroversial Ketua DPR Marzuki Alie yang melempar wacana mengenai pembubaran lembaga antikorupsi itu. "Kita semua mendukung agar KPK dilindungi, bukan orang-orang di dalamnya, tetapi lembaga KPK-nya. Oleh karena itu, ke depan KPK harus diisi oleh orang-orang yang memiliki integritas tinggi karena sisi lain lemahnya KPK juga berasal dari unsur internal sendiri," ujar pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, di Kantor LBH, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2011).

Perlindungan ini, kata Bambang, harus dimulai dari mengawal pemilihan calon pimpinan KPK dalam seleksi di Pansel KPK. Menurut Bambang, ada beberapa nama yang penting untuk diperjuangkan karena memiliki kredibilitas.

Pikirkan tentang apa yang telah Anda baca sejauh ini. Apakah itu memperkuat apa yang sudah Anda ketahui tentang
? Atau ada sesuatu yang sama sekali baru? Bagaimana dengan paragraf yang tersisa?

"Nama calon, seperti Bambang Widjajanto, termasuk kredibel. Oleh karena itu, kita harus mencermati pemilihan calon pimpinan KPK hingga selesai. Diperlukan juga tim independen untuk seleksi kredibilitas moral sebagai filter ketat sehingga nama-nama yang dipilih itu benar-benar bersih," kata Bambang.

Sementara itu, menurut tokoh lintas agama, Romo Benny Susetyo, sejak dini nama-nama yang dipercaya atau dianggap kredibel harus diungkapkan kepada publik. Hal ini agar baik media maupun masyarakat tetap mengawal nama yang dapat dipercaya memimpin KPK.

"Kita harus mendukung nama-nama yang benar-benar memiliki integritas, terus dikawal. Media juga harus mengawal. Jika nama-nama tersebut gagal di DPR, berarti perlu dipertanyakan publik, mengapa nama yang kuat justru digugurkan DPR," kata Romo Benny.

Terakhir, Emerson Junto, aktivis dari Indonesia Corruption Watch (ICW),  menegaskan, pemilihan pimpinan KPK yang terbaik merupakan bentuk penyelamatan KPK dari internalnya yang melakukan penyimpangan. Oleh karena itu, Pansel dan DPR harus selektif memilih tanpa dibayangi kepentingan tertentu.

"Kita dukung adalah pilihan yang terbaik. Jangan sampai KPK dibajak di Pansel dan di DPR. Jangan sampai dipilih orang yang serigala berbulu domba," tandas Emerson.

Anda tidak dapat memprediksi kapan mengetahui sesuatu yang ekstra tentang
akan berguna. Jika Anda belajar sesuatu yang baru tentang
dalam artikel ini, Anda harus file artikel di mana Anda dapat menemukannya lagi.