JAKARTA, KOMPAS.com " Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan santunan kepada orang-orang berkebutuhan khusus yang hadir pada acara open house yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/8/2011). Setiap tamu diberi amplop putih berisi uang Rp 200.000. Sejumlah penyandang cacat mengaku mendapatkan uang itu seusai bersilaturahim dengan Presiden dan keluarga. "Dapat Rp 200.000," kata Yadi, warga Jakarta, seraya memperlihatkan amplop putih yang berisi 4 lembar uang Rp 50.000. Yadi kehilangan satu tungkai bawah bagian kiri akibat kecelakaan pada 2006. Mereka dari Anda tidak akrab dengan yang terakhir pada
sekarang memiliki setidaknya pemahaman dasar. Tapi ada lagi yang akan datang.
Hal yang sama diakui Iwan dan Olim Sukmawijaya, warga Bogor. "Alhamdulilah. Ini rezeki Ramadhan," kata Iwan. Kedua penyandang tunanetra ini berangkat ke Istana dengan menumpang kereta api dari Stasiun KA Bogor hingga Stasiun KA Djuanda. Sementara itu, Laode Muhammad, yang kehilangan kedua pergelangan tangannya serta satu tungkai bawah kaki sebelah kiri sejak lahir, mengaku mendapatkan dua amplop masing-masing berisi Rp 200.000."Saya sangat bersyukur," kata pria beranak satu ini. Yadi, Iwan, dan Olim mengatakan akan menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, Laode ingin menggunakan uang tersebut untuk membayar kos.Tak kurang dari 550 penyandang cacat berpartisipasi pada acara open house di Istana Negara. Sebagian besar dari mereka berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Hal yang sama diakui Iwan dan Olim Sukmawijaya, warga Bogor. "Alhamdulilah. Ini rezeki Ramadhan," kata Iwan. Kedua penyandang tunanetra ini berangkat ke Istana dengan menumpang kereta api dari Stasiun KA Bogor hingga Stasiun KA Djuanda. Sementara itu, Laode Muhammad, yang kehilangan kedua pergelangan tangannya serta satu tungkai bawah kaki sebelah kiri sejak lahir, mengaku mendapatkan dua amplop masing-masing berisi Rp 200.000."Saya sangat bersyukur," kata pria beranak satu ini. Yadi, Iwan, dan Olim mengatakan akan menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, Laode ingin menggunakan uang tersebut untuk membayar kos.Tak kurang dari 550 penyandang cacat berpartisipasi pada acara open house di Istana Negara. Sebagian besar dari mereka berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.