Friday, July 22, 2011

Demokrat Siapkan Daftar Kader Bermasalah

Paragraf berikut ini merangkum karya para ahli
yang benar-benar akrab dengan semua aspek
. Heed saran mereka untuk menghindari kejutan
.
JAKARTA, KOMPAS.com " Ketua DPP Partai Demokrat, yang menjadi panitia Rakornas Demokrat, Sutan Bhatoegana, mengatakan, Dewan Kehormatan telah menyiapkan daftar nama kader partai yang dianggap melanggar aturan Partai Demokrat. Nama-nama itu akan dibahas dalam Rakornas yang akan berlangsung di Sentul, Jawa Barat, 23 Juli 2011.

"Kemarin kan Pak Mangindaan (anggota Dewan Kehormatan) bilang ada list nama-nama orang yang telah melampaui kepatutan dalam hal berorganisasi. Kita belum tahu siapa dan ada beberapa. Masih kecil-kecil lah jumlahnya. Ada masalah besar, ada masalah kecil. Ada sanksinya," ujar Sutan di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Jumat (22/7/2011).

Ketika ditanya apakah ada nama mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin dan anggota Komisi III asal Fraksi Demokrat, M Nasir, dalam pembahasan di Rakornas nanti, Sutan hanya menanggapinya dengan tawa.

Sekarang kita telah membahas aspek-aspek
, mari kita kembali kepada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

Ia menekankan, tak ada kongres luar biasa. Menurutnya, rakornas hanya untuk memperbaiki internal partai dan meningkatkan solidaritas antarkader, terutama kader yang melanggar disiplin dengan saling menyerang di media.

"Sudah dikatakan, anggota kita tidak disiplin. Sahut-sahutan di media massa, serang-menyerang. Itu kira-kira bagus enggak? Kalau di dalam intern kita silakan pukul meja, beda pendapat. Setelah keluar harus bersatu. Itu namanya perbaikan. Tema kita besok kan konsolidasi, perbaikan, dan peningkatan kinerja Partai Demokrat," paparnya.

Saat ditanya apakah nama Andi Nurpati termasuk dalam daftar itu, Sutan menampiknya. Menurutnya, masalah Andi Nurpati belum dapat dibuktikan secara fakta hukum. Oleh karena itu, Andi tak bisa disalahkan dalam kasus dugaan pemalsuan dan penggelapan surat jawaban putusan MK. Menurutnya, keterangan-keterangan sejumlah orang di Panja Mafia Pemilu bukan menjadi bahan pertimbangan partai untuk memberikan keputusan bahwa Andi melanggar peraturan partai.

"Belum sampai ke sana lah, ini kan masalah Andi masih berproses. Yang salah tidaknya kita belum tahu. Ini masalah pemalsuan kan di dalam MK, bukan di KPU," ujarnya.

Tidak ada salahnya untuk baik-informasi yang terakhir pada
. Bandingkan apa yang telah Anda pelajari di sini ke artikel masa depan sehingga Anda dapat tetap waspada terhadap perubahan di bidang
.

No comments:

Post a Comment