Thursday, July 21, 2011

Kapolri: Polisi Libatkan Masyarakat

info mutakhir tentang
tidak selalu hal yang termudah untuk mencari. Untungnya, laporan ini mencakup
info terbaru yang tersedia.
JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Timur Pradopo, mengatakan, Polri akan berupaya menanggulangi tawuran antarkelompok massa dengan melibatkan semuakomponen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Menurut Kapolri, menjaga ketertiban sosial bukan saja tanggung jawab kepolisian, tetapi seluruh komponen masyarakat. "Saya kira kita harus sama-sama menyelesaikan permasalahan ini," kata Kapolri kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/7/2011).

Kapolri menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian sektor (polsek), kepolisian resor (polres), dan kepolisian daerah (polda), untuk menindak tegas oknum-oknum yang melakukan tindakan pelanggaran hukum.

Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, sejak Januari hingga awal Juli lalu terjadi 36 tawuran di lima wilayah kota di Jakarta dan Bekasi. Paling banyak terjadi di Jakarta Pusat, yaitu 24 kejadian, lalu Jakarta Selatan 5 kejadian, Jakarta Barat 3 kejadian, Bekasi 2 kejadian, serta Jakarta Utara dan Jakarta Timur masing-masing 1 kejadian.

Untuk mengantisipasi terulangnya tawuran, Kepala Subbagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Aswin, mengatakan, semua polsek meningkatkan penjagaan di wilayah rawan tawuran.

Terkait dengan banyaknya tawuran yang terjadi akhir-akhir ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengundang para sosiolog, anggota DPRD, wali kota, dan sejumlah unsur masyarakat untuk mencari tahu penyebab dan solusi tepat.

Lihat berapa banyak Anda dapat belajar tentang
ketika Anda mengambil sedikit waktu untuk membaca sebuah artikel baik diteliti? Jangan lewatkan pada sisa informasi yang besar ini.

Dalam pertemuan yang digelar di Balaikota DKI Jakarta, Selasa, diperoleh informasi bahwa warga sendiri tidak tahu mengapa tawuran itu terjadi. Warga hanya mengetahui tiba-tiba ada lemparan batu dari daerah lawan, lalu membalas.

Pertemuan tersebut kemudian menyimpulkan, masyarakat harus diberikan kegiatan positif. Lurah dan camat yang wilayahnya terjadi tawuran pun didorong aktif turun ke masyarakat.

"Saya tahu lurah dan camat setiap hari sudah bekerja keras. Namun, dengan kondisi begini, mereka harus bekerja lebih keras lagi," kata Asisten Bidang Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Mara Oloan Siregar, Rabu.

Kerja keras yang dimaksud, misalnya, ketika nantinya masyarakat telah didorong untuk melakukan aktivitas positif, seperti mendaur ulang sampah atau membuat kerajinan yang bisa mendatangkan manfaat ekonomi, lurah dan camat harus secara aktif mencari pasar untuk memasarkan karya warganya.

"Lurah dan camat juga harus aktif mengajak peran serta masyarakat, sehingga masyarakat tersentuh oleh program-program yang dijalankan pemerintah," kata Oloan.

Ketika ada program pemerintah, selama ini lurah dan camat hanya mengundang perangkat pemerintahan, tokoh masyarakat, dan LSM. Dengan cara demikian, program pemerintah akhirnya banyak yang tidak sampai ke masyarakat lapisan bawah. Akibatnya, jika ada program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, lapisan bawah tidak terikut serta.

"Kini, kami akan melihat lagi data rumah tangga sasaran. Kami akan cari lagi program-program yang bisa membantu mereka, seperti di balai latihan kerja dan dinas olahraga. Kami juga akan meminta penyelenggara menurunkan persyaratan sehingga warga bisa ikut," ujar Oloan.

Ada banyak mengerti tentang
. Kami dapat menyediakan Anda dengan beberapa fakta di atas, tetapi masih ada banyak lagi untuk menulis tentang dalam artikel berikutnya.

No comments:

Post a Comment