JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng kembali menyerukan kepada mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin untuk segera pulang ke tanah air guna membuktikan segala tudingan yang dilontarkannya melalui BlackBerry Messenger (BBM). Menurut Andi, Nazaruddin lebih baik memberikan informasi-informasi tersebut berikut bukti-buktinya langsung kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)."Daripada memberikan tuduhan-tuduhan dengan BBM tidak jelas dan tidak benar, yang terbaik adalah Pak Nazaruddin datang, pulang ke tanah air, datang ke KPK menjelaskan ke KPK dengan bukti-bukti supaya bukan fitnah," kata Andi di sela rapat dengan Komisi X DPR RI, di Gedung DPR, Rabu (6/7/2011). Andi mengaku tidak terganggu dengan informasi-informasi via BBM dari Nazaruddin yang menyebut namanya sebagai salah satu petinggi Demokrat yang memperoleh aliran uang suap dalam kasus pembangunan wisma atlet Sea Games di Palembang yang menelan biaya hingga Rp 199 miliar ini. Ia menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan KPK mengusut tuntas kasus ini. Anda tidak dapat mempertimbangkan semua yang anda hanya membaca untuk menjadi informasi penting tentang
. Tapi jangan heran jika Anda menemukan diri Anda mengingat dan menggunakan informasi ini sangat dalam beberapa hari mendatang.
Dari Singapura, Nazaruddin berkirim BBM kepada pengacaranya OC Kaligis, mengenai aliran uang terkait pembangunan wisma atlet yang diantaranya, disebut Nazaruddin, mengalir ke kantong Ketua Umum Partai DemokratAnas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. "Tugas kami juga adalah memastikan semua lini organisasi Kemenpora bisa berjalan dengan baik, terutama menjalankan tugas-tugasnya seperti mempersiapkan Sea Games. Itu makanya saya sudah mengumpulkan semua pegawai Kemenpora mulai dari eselon satu sampai satpam dan meminta mereka agar tetap menjalankan tugasnya dengan baik, terutama menjalankan tugasnya menyelenggaran Sea Games yang sudah di depan mata ini," tambahnya. Andi sendiri menegaskan dirinya tetap akan memenuhi panggilan KPK jika keterangangannya kembali dibutuhkan seperti yang dilakukannya sebelumnya. Pada 31 Mei lalu, Andi memenuhi panggilan KPK untuk pertama kalinya. Ia dimintai keterangan terkait kasus suap yang juga melibatkan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharram. Belakangan, keberadaan Nazaruddin tak jelas rimbanya. Kementerian Luar Negeri Singapura menegaskan bahwa M Nazaruddin tak lagi berada di Singapura. Hal ini disampaikanKementerian Luar Negeri Singapura melalui siaran pers yang dapatdiakses di http://www.mfa.gov.sg/. Nazaruddin masuk dalam daftar pencarian orangKepolisian Internasional (Interpol) atau buron internasional setelah KPK mengajukan penerbitan red notice atas nama Nazaruddin melalui Mabes Polri. Interpol telah mengirimkan data-data tentang Nazaruddin kepada 188 negara yang menjadi anggotanya.
Dari Singapura, Nazaruddin berkirim BBM kepada pengacaranya OC Kaligis, mengenai aliran uang terkait pembangunan wisma atlet yang diantaranya, disebut Nazaruddin, mengalir ke kantong Ketua Umum Partai DemokratAnas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. "Tugas kami juga adalah memastikan semua lini organisasi Kemenpora bisa berjalan dengan baik, terutama menjalankan tugas-tugasnya seperti mempersiapkan Sea Games. Itu makanya saya sudah mengumpulkan semua pegawai Kemenpora mulai dari eselon satu sampai satpam dan meminta mereka agar tetap menjalankan tugasnya dengan baik, terutama menjalankan tugasnya menyelenggaran Sea Games yang sudah di depan mata ini," tambahnya. Andi sendiri menegaskan dirinya tetap akan memenuhi panggilan KPK jika keterangangannya kembali dibutuhkan seperti yang dilakukannya sebelumnya. Pada 31 Mei lalu, Andi memenuhi panggilan KPK untuk pertama kalinya. Ia dimintai keterangan terkait kasus suap yang juga melibatkan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharram. Belakangan, keberadaan Nazaruddin tak jelas rimbanya. Kementerian Luar Negeri Singapura menegaskan bahwa M Nazaruddin tak lagi berada di Singapura. Hal ini disampaikanKementerian Luar Negeri Singapura melalui siaran pers yang dapatdiakses di http://www.mfa.gov.sg/. Nazaruddin masuk dalam daftar pencarian orangKepolisian Internasional (Interpol) atau buron internasional setelah KPK mengajukan penerbitan red notice atas nama Nazaruddin melalui Mabes Polri. Interpol telah mengirimkan data-data tentang Nazaruddin kepada 188 negara yang menjadi anggotanya.
No comments:
Post a Comment